Selasa, 26 April 2016

Akhirnya Aku Merasakan Kebebasan...



Namaku Luisa Meri, yang  selalu merasa menjadi anak tunggal itu sungguh tidak menyenangkan penuh dengan kekangan, mau main kesini ngak boleh  ngerjain ini itu juga ngak boleh, terus kalo kemana-mana selalu didampingi, huuf pokoknya semua tidak menyenangkan.  Kadang sering berhayal ingin kayak yang lain punya saudara banyak, bisa cerita sambil ketawa ketiwi, lah aku tinggal di rumah besar kamarku juga besar tapi ngak ada orang, sepi banget, herannya orang tuaku juga selalu ketawa kalau aku minta dibelikan tv, apa yang aneh coba, masak aku ngak boleh nonton tv, dan apa  lucunya kalau seorang remaja seperti aku ingin nonton tv di kamar.
Kesel lagi-lagi aku selalu ditertawain sama kedua orang tuaku, kali ini bukan karena minta di belikan tv, tetapi karena minta ingin pindah rumah, habis aku bosan, rumahku sepi sekali dan menurutku terlalu besar hanya untuk kami bertiga.  Ya sebenarnya rumahku termasuk indah, punya halaman luas, sejuk karena banyak pohon besar rindang,di samping, depan hingga belakang rumah. Meski indah, bagi ku itu tidak menyenangkan sama sekali, aku ini remaja yang butuh kecerian, aku ini berusia 17 tahun tapi benar-benar kesepian, kalian tidak tau bagaimana hampanya aku ini, tidak boleh bersekolah, karena ibuku beralasan kalau dirinya bisa mengajarkan aku membaca menulis dan berhitung tanpa perlu pergi kesekolah, sekolah menurutnya tidak cocok untuk anak seperti ku,  ibuku juga bilang kalau aku ini terlalu pintar jadi sekolah hanya menghabiskan waktu dan tidak berguna , juga membahayakan , gila ngak??,
Seperti biasa setiap hari aku selalu dikamar membaca buku-buku dengan berbagai cerita, hanya itulah kesibukanku, terkadang tanpa terasa sehari aku menghabiskan tiga hingga empat buku , dengan tebal  beratus-ratus halaman. Selesai membaca biasanya aku berhayal bisa merasakan keceriaan remaja seperti cerita didalam buku, punya teman banyak, bisa jalan-jalan kepantai, naik gunung, ke mall, ngomongin pacar, lah aku boro-boro punya pacar punya teman perempuan saja ngak pernah.
Siang itu sebelum pergi kerja ibu ku bilang kalau saudara sepupuku akan berkunjung kerumah, wah bukain main senangnya, rasanya kalau didatangi saudara itu suatu anugrah sekali, apalagi yang datang adalah Carolin anak dari adik ibu ku, usianya juga sebaya dengan ku, kalau datang pasti seru sekali, dia anaknya periang, heeem pastri banyak sekali cerita-cerita indah diluar sana yang akan ia sampaikan kepadaku, apalagi Carolin anaknya sangat kekinian sekali. Aduuh  ngak sabar menunggunya datang.
Aku melompat kegirangan ketika suara lonceng rumahku yang menggelegar itu berbunyi, aku langsung berlari kearah pintu,  tak sabar membuka, biasanya kebiasaan kami kalau bertemu langsung berpelukan.
Tanpa perlu pikir panjang aku langsung memeluk sosok yang ada di depan pitu, ku peluk erat-erat  dengan mataku yang terpejam.  Tetapi betapa kagetnya aku, ternyata yang aku peluk dengan sekuat tenaga dan kerinduan  bukan Carolin yang sejak tadi aku tunggu, tetapi sosok lelaki tinggi berkulit putih dan bermata coklat , cengar cengir tepat didepan wajahku.  Buru-buru aku lepaskan pelukanku membenahi tampilan rambutku dan mundur dua langkah secara teratur. “helo, kamu tinggal di rumah ini, boleh aku masuk,habisnya diluar panas” , ni orang berani sekali pikirku dalam hati, belum kenal sudah minta mau masuk kedalam rumah. “maaf kamu siapa,” tanyaku. Eh dia langsung nyelonong masuk rumah tanpa menjawab pertanyaanku, langsung aku tarik tas yang masih terselempang dibahu kirinya, terus memintanya untuk pergi dari rumahku. “ aduh ngak usah kasar begitu juga kali, ok ok aku akan pergi, cuma please lepasin dulu tangan kamu, gimana aku mau pergi kalo tas aku ini masih kamu pegang “ pintanya, terus dia langsung nyelonong pergi, aku hanya mengernyitkan dahi terus langsung tutup pintu, takutnya dia berubah fikiran terus  masuk rumah, terus dan terus, iihhh tiba-tiba aku kepikiran yang enggak-engak
Kelang berapa jam kemudian lonceng rumah berbunyi lagi, kali ini aku tidak buru-buru membuka pintu apalagi langsung main peluk, takut kejadian sebelumnya terulang kembali. Lonceng rumah terus berbunyi kali ini lebih ramai, aku membuka sedikit pintu dan betapa leganya ternyata kali ini yang datang benar-benar sepupuku yang sudah dari tadi ak tungu.
“ lama amat sih buka pintunya tumben ngak langsung peluk aku, sudah ngak kangen ya sama aku, haduuh ada minum apa ni di dapur aku haus banget, heiii aduuh kamu kenapa helooo”, Carolin langsung menggeret tangaku, yang dari tadi hanya berdiri bengong melihatnya datang, ia terus melangkah ke arah dapur. Sambil narik nafas panjang setelah meneguk segelas air dingin dari dalam lemari es, ia langsung bercerita ini itu dan hal luar biasa indah di luar sana, heeem ketika bercerita aku hanya diam memperhatikan dengan serius sambil membayangkan betapa indahnya dunia remaja diluar sana dan betapa asiknya hari-hari Carolin bersama teman-teman. “ hei- heiii aduh mulai deh kamu kalo aku cerita suka ngelamun kayak gini, masuk kamar yok kita tiduran, entar kalo om sama tante pulang kerja bagunin aku ya” katanya.
Ak terbangun pukul 8 malam, padahal Carolin yang minta dibangunkan kalau ibu dan ayahku pulang, tapi ternyata dia duluan yang sudah asik ngobrol diruang keluarga bersama ayah dan ibu ku. “ heiii sudah bangun nak” tanya ibuku sambil menjulurkan tangannya mengajakku untuk gabung ngobrol, aku langusng merapat ke dekat ibuku dan merebahkan kepala dibahunya, sementara tangan ibu seperti biasa mengusap rambut dan pipiku sambil bilang love you nak. “pada ngobrolin apa sih kok aku dateng semua diem” tanyaku, terus ibuku bilang kalau mereka hanya ngobrol biasa dan menayakan kabar keluarga di Jakarta.
Hari ini aku sendirian lagi, Carolin  sudah kembali kerumahnya, seperti biasa aku menghabiskan waktu dengan membaca buku, tapi entah mengapa tiba-tiba saja aku memikirlan sosok lelaki yang aku temui beberapa waktu lalu, jujur lelaki itu lumayan tampan, kulitnya putih giginya rapi, benar-benar seperti cowok-cowok masa kini dan kekinian, aku langsung memukul pelan-pelan kepalaku dengan buku, aku ngak mau mikirin lelaki yang aku saja ngak tau dia siapa, heem jangan-jangan dia seorang pembunuh, huuft lagi-lagi aku pukul kepalaku.
Enam hari sudah kejadian pertemuan tak terduga dengan lelaki itu, tetapi pertemuan tak sengaja itu setiap hari berulang hadir di dalam mimpi, terus anehnya lagi, aku selalu kepikiran dia, apa karena aku belum pernah melihan leaki tampan karena aku seorang gadis pingitan, atau memang sekarang aku sedang jatuh cinta.aduh jadi kayak lirik lagu Iga Mawarni yang judulnya kasmaran.
Ibuku sekarang selalu curiga dengan perubahan sikapku yang katanya aku berubah menjadi lebih pendiam, ia selalu bertanya apa yang sedang terjadi, dan anehnya sekarang setiap mereka akan pergi kerja selalu bilang kepadaku untuk  mengunci pintu rapat-rapat dan tidak boleh membuka pintu untuk siapapun, aku bingung apakah ibuku tau kalau beberapa waktu lalu ada seorang lelaki datang kerumah ini, padahal aku tidak bercerita sedikitpun.
Sore itu angin sangat kencang sehingga mebuat jendela kamarku sedikit terhempas, aku langsung membenarkan takut kacanya pecah,  betapa kagetnya aku ketika kaki ini sampai didepan jendela, tiba-tiba sosok lelaki tinggi besar ada didepan wajahku, sontak aku mejerit ketakutan, tetapi lelaki itu langsung melompat jendela dan masuk ke kamarku, kemudian tagannya menutup mulutku dengan paksa, aku takut sekali, fikiranku tak karuan.
“husss diam-diam nanti suara kamu didengar orang” pintanya . Lama aku terdiam dengan nafas yang ter engah-engah, tetapi aku baru sadar lelaki itu adalah lelaki yang aku temui beberapa waktu lalu, lelaki yang sering menghantui fikiranku. “kamu mau apa dan kenapa kau disini” tanyaku secepat kilat setelah ia melepaskan tagannya dari mulutku dan mataku entah kenapa tidak berhenti menatapnya dan semakin lama aku melihat wajahnya aku marasa dia semakin tampan. “ heii heiii “ tiba tiba lamunanku terbuyarkan melihat tangannya yang berkibas-kibas di depan wajahku. “ kamu kenapa heem naksir aku ya, sudah aku duga, kamu kangen ya sama aku, makanya aku kesini, kenalin nama aku Roni, kamu Luisa kan” . aku terdiam tapi perlahan menerima uluran tangannya untuk berjabat tangan, sumpah aku gugub sekali, terlebih saat aku merasakan tagannya begitu lembut dan hangat. Ia menjelaskan kepadaku kalau sudah sering melihat aku tetapi hanya dari kejauhan, saat aku didepan rumah ketika melepas ibu dan ayah pergi kerja pukul 6 pagi. Tetapi dia tidak mau cerita ketika aku tanya dari mana tau kalau namaku Luisa.  Sore setelah perkenalan yang tak diduga kami ngobrol-ngobrol sebentar, tetapi Roni segera berpamitan untuk pulang karena hari sudah semakin gelap dan hujan juga mulai turun, tetapi dia janji akan mengunjungiku setiap hari, tentunya dengan cara bersembunyi agar tidak diketahui kedua orang tuaku yang katanya cukup galak.
 Sudah hampir 3 minggu roni selalu main kerumah ku dengan cara menyelinap dari jendela kamar, aku terus merahasiakan hal ini dengan kedua orang tuaku, aku sangat takut mereka marah apalagi setiap pergi kerja ibuku selalu bilang kalau aku tidak boleh membukakan pintu untuk siapapun, dan harus terus berada dirumah dengan alasan yang sampai saat ini tidak aku ketahui.

Meski sekuat tenaga aku menarik pintu yang ada dikamar dingin ini tetap tidak bisa terbuka, aku memukul dengan keras sambil berteriak agar aku dikeluarkan tetap juga tidak ada tanggapan dari kedua orangtuaku.  Sudah 2 hari aku diruangan ini, aku juga tidak tau ruangan ini ada di rumahku atau bukan, karena saat ibu dan ayakku menarik aku keluar kamar ,mereka menutup kepalaku. Mereka melakukan ini sebagai hukuman untuk diriku karena sering  bertemu dengan Roni, yang dianggap mereka bukan lelaki baik, yang katanya akan memisahkan aku dengan ayah dan ibu.  Pertengkaran malam itu memang hebat sekali setelah ayahku memergoki diriku dan roni berduaan didalam kamar, tetapi kami tidak melakukan apa-apa, kami hanya ngobrol layaknya sepasang kekasih yang sedang jatuh cinta, sedikitpun aku tidak melakukan tindakan yang tercela , meski aku berusaha menjelaskan itu, tetap mereka tidak bisa menerima dan sangat marah.   Apakah salah aku memiliki seorang kekasih diusiaku yang saat ini, apakah salah aku berinteraksi dengan orang selain ayah dan ibu fikirku dalam hati.
Dari balik kamar dingin ini tiba-tiba aku mendengar suara-suara orang seperti bertegkar dan ramai sekali, aku juga mendegar suara-benda-benda berjatuhan, aku berusaha bediri dan menarik pintu sekuat tenaga berharap akan bisa terbuka, tetapi sama saja pintu besi ini tetap tak bisa terbuka.  Aku menangis duduk bersandar dinding pintu, dalam hatiku aku hanya ingin bisa keluar dari kamar ini aku ingin Roni, Tuhan aku rindu sekali, apa kabarnya saat ini setelah ia pergi usai di pukul wajahnya oleh ayahku, aku melihat darah segar mengalir dari hidungnya, Tuhan apakah dia baik-baik saja.
Tiba-tiba terdegar suara dari balik pintu, aku langsung bergegas berdiri memukul-mukul pintu sambil berteriak keluarkan aku keluarkan aku, syukurlah kali ini teriakan ku didengar , tetapi aku sedikit terkejut sebab aku melihat seorang lelaki tua berdiri dihadapanku, aku belum pernah melihat orang ini sebelumnya, seperti biasa aku mundur dua langkah dan bertanya siapakah dirinya.  Lelaki tua ini tiba-tiba menyebut  dirinya kakek dan mengatakan kalau dia adalah kakek ku, tetapi selama ini ibu belum pernah menceritakan soal kakek, sangat sedikit sekali ibuku bercerita soal keluarga besar kami, karena yang paling ia ceritakan adalah adiknya atau ibu dari Carolin.  Kakek tua itu mencoba memegang tanganku, matanya berkaca-kaca, dan aku membiarkan ia memeluk tubuhku, terus ia berkata tubuhmu terlalu dingin. Aku marasakan kasih sayang dalam pelukannya,sehingga aku mencoba merangkulkan kedua tanganku ditubuhnya. 
Kakek memintaku untuk keluar dari ruangan itu, dan mengajakku menuju ruangan yang sangat besar, jujur aku tidak pernah keruangan ini sebelumnya dan aku juga merasa kalau saat ini aku sedang berada ditempat lain.  Di sana aku melihat ibuku yang sedang menangis disebah ayahku, aku melihat ada tante dan Carolin. Aku merasa heran mengapa mereka semua menangis sementara aku merasa tidak melakukan hal berat sehingga harus diperlakukan seperti ini.  Sebelum kakek memintaku untuk duduk, aku terus melihat-lihat sekeliling ruangan yang ditutupi kain hitam, penuh dengan taburan bunga, hatiku penasaran ada apa sebenarnya. Hatiku juga semakin berdegup kencang tak karuan ketika melihat ibu semakin menjadi -jadi menangis, sampai-sampai ayahku harus merangkulnya dan berusaha menenangkan. Tidak berapa lama kakek memulai percakapan, “Luisa cucuku akhirnya aku bisa bertemu dengan kamu setelah sekian lama orang tua mu menyembunyikan kamu dari kami” jelasnya. Aku jadi semakin  penasaran apa sebenarnya yang sudah terjadi dengan diriku, apakah omongan kakek ada hubungannya dengan sikap orang tuaku yang selalu memintaku untuk selalu tinggal dirumah yang jauh dari keramaian, dan tidak boleh bertemu dengan orang lain  selain mereka. “ maafkan ibu nak” tiba tiba ibuku berkata seperti itu, akupun langsung menatapnya, “ ibu terpaksa harus melakukan ini karena ibu tidak ingin kehilangan kamu, ibu ingin bisa melihat kamu setiap hari nak, ibu tidak sanggup berpisah dengan mu, maafkan ibu kalau sudah membuatmu tersiksa, ibu sayang sekali sama kamu nak”, aku semakin heran ada apa ini percakapan  mereka semakin tidak aku mengerti. Tak lama berselang, aku tersontak kaget, tiba-tiba ada Roni muncul datang dan berada di tengah-tengah kami dan berdiri di sebalah kakek.  Aku juga heran mengapa dari tadi mereka menyuruhku untuk pulang, aku harus pulang kemana, toh ayah dan ibu ku, juga kalian ada bersama ku saat ini, tayaku kepada mereka. Tiba-tiba kakek memberikan aku sebuah koran dan meminta aku untuk membacanya.  Berapa saat kemudian aku benar-benar tidak karuan, tubuhku merasa menjadi ringan, setelah aku mengatahui kalau ada foto di koran tersebut yang wajahnya mirip sekali dengan wajahku, dan tulisan di dalam koran itu mengatakan bahwa telah tewas seorang gadis bernama Luisa Meri Berusia 17 Tahun karena tertabrak sepeda motor saat pergi bersekolah. Air mataku tak henti menangis dan tiba-tiba aku melihat sebuah sosok tubuh yang terbujur kaku di sudut ruangan, ketika aku dekati ternyata itu adalah aku, Tuhan ternyata aku selama ini  seorang ruh  yang dipelihara hanya karena orang tua belum siap melepas anaknya pergi, orang tuaku tega melakukan ini agar bisa terus melihat diriku, Roh ku ternyata selama ini di jerat dalam ritual sesat orang tuaku, dan jasatku mereka awetkan, tetapi mengapa semua orang bisa melihatku. “ orang tuamu bisa melihat kamu karena mereka memiliki perjanjian ruh dengan jin, sementara Carolin dia bisa melihatmu karena dalam dirinya ada keistimewaan khusus sehingga dia bisa melihat ruh. Sementara kakek saat ini bisa melihatmu karena dibantu Roni, dialah nak yang membantu kakek, ia buka indra lain dalam diri kakek dengan kemampuan khususnya,dan Roni melakukan ini , karena dalam mimpinya ia bertemu dengan jasat kaku yang selalu menangis ingin segera dimakamkan bersama ruhnya, setelah dia berkomunikasi, akhirnya ia mencari tau dan menemukan kamu, sudah saatnya kamu pulang ke alam dimana kamu bisa berbahagia” .
“Hei.. hei ..hei ..kok jadi kamu yang nangis, aku sudah ceritain semua, sekarang aku mau pulang udah malem, kamu juga harus tidur besokkan Ujian Nasional” kataku kepada sahabat baruku Nikita, gadis berusia 15 tahun yang tergolong anak Indogo. Nikita merupakan gadis yang manis dan sangat asik berteman dengannya, aku sekarang juga sudah merasa lega, jasatku sudah dimakankan dengan layak, dan entah keberuntungan apa yang saat ini ada bersamaku, karena aku merasa bebas bisa berkelana, dan kadang bisa juga bermain jalan-jalan bersama Nikita menikmati indahnya dunia, kadang-kadang juga aku bertemu dengan Roni, ia tetap tampan meski saat ini sudah memiliki 2 orang anak yang manis.

SURAT BUAT IBU KARTINI , KAPAN-KAPAN KITA MEET UP YUK??




   











Palembang,  21 April 2016

Kepada Yth
Ibu Kartini Tercinta
Di
Tempat



Dear Ibu Kartini
Asalamualaikum ibu, apa kabar , masih sibuk nulis surat, buku , atau saat ini  lebih aktif di organisasi perempuan?, sekarang ini sebenarnya saya   pengen panggil bunda ke ibu biar terkesan lebih akrab, kalau panggil mami emang ngak kepengen, takut kesannya jadi kayak genit-genit gitu hehehe, tapi kata suami saya mending panggil ibu biar kesannya lebih kayak ibu dan anak. Hadeeeh suami saya bisa-bisanya nimbrung istri lagi buat surat, kalau boleh cerita dia baik loh bu , bantuin saya nulis surat lebih konsentrasi, barusan dia bawain kopi, terus dikamar dia puterin lagu kesukaan saya dari Sting, judulnya shape of my heart. Musiknya itu buat saya suka banget  terus liriknya dalem banget bu,kalau ngak percaya coba ibu download  yakin deh bakal suka.
Ngomong-ngomong sudah lama saya ngak kirim surat ke ibu, terakhir pas SD, sekitar 29 tahun yang lalu, saat ikut lomba menulis surat di SD Negeri 92 Kertapati, xixixi SD itu sekarang sudah ngak ada lagi bu, karena digusur bangunannya oleh perusahaan batubara sebagai perluasan area parkir mobil dan gudang batubara. eh iya nih saya lupa, mau banyak cerita tapi belum mengenalkan diri, nama saya Dini, sekarang sudah punya anak 3, alhamdulilah karena perjuangan Ibu Kartini untuk emansipasi  perempuan, Dini bisa bersekolah hingga kejenjang yang tinggi, bisa bekerja sebagai jurnalis dan program director di salah satu radio di Palembang. Mengagumi ibu sebagai sosok perempuan yang hebat memang bermanfaat sekali,menjadi diri termotifasi bisa melakukan banyak hal dan tak tumbuh menjadi wanita yang cengeng, lemah atau apalah, itu dikarenakan  tulisan surat ibu kepada para sahabat di Belanda  sangat berpengaruh dalam kehidupan saya, door duisternis toot lich atau habis gelap terbitlah terang, buku dari kumpulan surat itu seperti oksigen bagi saya.
“ aku pikir tidak jadi orang soleh pun tidak apa-apa asalkan jadi orang baik hati, bukankah begitu Stella?” . ini adalah sebagian isi surat ibu yang di tulis untuk sahabat di Belanda bernama Stella Zihandelaar, yang menurut saya memiliki makna yang dalam, Surat ini ibu tulis tanggal 6 November 1899.  Jujur saya berulang kali membaca surat ini , dan dibagian tulisan ini benar-benar membuat saya tertegun, kalimatnya luar biasa indah. Selain ini ada lagi surat-surat ibu yang paling saya suka, saat ibu mengutarakan kesedihan, di sini saya membaca bagaimana ibu memang merupakan orang cerdas yang terkekang, saya melihat betapa besarnya keinginan ibu untuk lebih pintar dan mengetahu banyak hal. Saya baca surat ibu yang dikirim ke Ny Abendanon, tanggal 15 Agustus 1902,  benar-benar berisi emosi jiwa, bagaimana kesalnya ibu akan peraturan Belanda saat itu yang melarang para ulama dan Kyai menerjemahkan Al Quran dalam bahasa jawa , karena takut jiwa perlawanan rakyat Indonesia akan terbangkit. Di dalam surat ibu ke ada Ny Abendanon betapa terlihatnya ibu ingin sekali mendapat banyak pelajaran berharga dari berbagai bidang ilmu, bahkan ibu menerangkan dalam surat itu alangkah tidak menyenangkan membaca Al Quran tetapi tidak mengetahui makna dan artinya. Tetapi setelah ibu mendapatkan arti sedikit surat dalam Al Quran dari Kyiai Soleh Darat, betapa ibu merasa bahagianya seolah mendapatkan hujan ditengah gurun. Setelah mendapatkan pelajaran berharga dari arti surat Al Quran, betapa makin cintanya ibu dengan Islam, sehingga ibu menulis surat kepada sahabat lainna di belada kepada Ny Van Kol, tanggal 21 Juli 1902, yang isinya “ saya bertekat dan berupaya memperbaiki citra Islam, yang selama ini kerap menjadi sasaran fitnah. Semoga kami mendapat rahmat, dan bekerja membuat agama lain memandang Islam sebagai agama yang disukai”. Subhanawloh sekali, ibu sudah menyatakan hal ini disurat, sebelum Islam itu tercoreng namanya dan dianggap kaum barat sebagai agama terorist pasca serangan 11 September 2012 gedung WTC Amerika.
Ibu sekarang lagi baca surat saya sambil duduk di kursi bambu depan rumah ya?, yang  halaman dipenuhi anggrek  subur, ujung pagar ditumbuhi bunga melur, terus ngak kepanasan karena sejuk banyak pohon besar rindang, pastinya enak  sekali ya bu disana. Ibu terima kasih, sekarang ini perjuangan ibu benar-benar bisa dirasakan semua wanita di Indonesia, tetapi yang jadi masalah  adanya perbedaan masanya ibu dengan kita saat ini,  kalau dulu para wanita yang merasa bebas karena perjuangan ibu, benar-benar melakukan perubahan dalam diri mereka menjadi lebih bermanfaat bagi nusa bangsa, mereka belajar disekolah, menimba ilmu setinggi mungkin dan langsung mengaplikasikan ke masyarakat tanpa memikirkan uang lelah dan jasa, temen temen ibu menjadi wanita “pengabdi” bangsa yang hebat. Sebaliknya saat ini ketika tidak ada lagi kesulitan untuk menimba ilmu, justru banyak wanita yang sekolah tinggi itu hanya untuk sebuah gelar dan mendapatkan ijazah sebagai syarat bekerja, akhirnya banyak yang bersekolah tinggi tetapi terkesan bodoh.  Saya ngomong sempertin ini bukan sentimen atau apa, tapi kenyataanya seperti ini, semakin tahun justru menurut saya wanita itu mengalami kemunduran, emansipasi yang sesuguhnya ibu maksudkan itu sedikit terburamkam. Ambil contoh dulu ada wanita hebat seperti Aisyah Amini saking hebatnya ia sampai djuluki sebagai singa podium, dan menjadi wanita politikus hebat, dalam bidang seni, ada Cristin Hakim, Uli Sigar. Mereka itu berkarya memang bukan semata-mata untuk popularitas tapi ada perjuangan yang ingin mereka majukan di bidangnya. Sementara sekarang artis-artis Indonesia yang konsen dengan itu sudah sangat jarang sekali, bahkan bisa dikatakan selepas mereka nanti mungkin tidak akan ada yang menggantikan.  Artis kita sekarang ini lebih moderen tetapi ketika berlakon tidak ada unsur edukasinya, makanya sekarang ini saya sangat sedikit sekali meluangkan aktu untuk menonton tv karena tontonan di tv sudah sangat jarang sekali yang mendidik, akhirnya banyak generasi bangsa justru terbuai oleh ketidakkaruan dan kegalauan sinetron.
Ibu maaf juga sebelumnya, kalau saya mengatakan saat ini antara emansipasi dan sesuap nasi itu berbeda tipis.  Dulu wanita bekerja untuk mengaktualisasikan dirinya agar lebih bisa berguna bagi nusa dan bangsa, kalau sekarang kami bekerja mungkin mengesampingkan itu, karena kami bekerja sekarang demi keluarga dan membantu suami mencari nafkah, karena saat ini kalau wanita tidak bekerja susah bu, semua kebutuhan pokok mahal, rasanya tidak tega melihat suami pontang-panting mencari nafkah sendirian, makanya kami menggunakan sedikit kemampuan kami ini untuk membantu demi tercukupinya sandang, pangan papan keluarga.
Ibu  apapun yang terjadi saat ini dengan para wanita, saya tetap merasa kalau  berkat ibu kami menjadi wanita yang kuat, apapun tujuan kami bekerja,tetapi intinya kami bisa begini karena perjuangan ibu, kerja keras ibu, maaf kalau kahir-akhir ini ibu sedikit menangis melihat kondisi kami, tetapi yakinlah wanita Indonesia itu hebat, akan tetap bermunculan juga Kartini-Kartini masa depan yang luar biasa ,yang mengharumkan nama bangsa, doakan kami selalu ya bu Insyaalah kami akan terus pegang teguh apa yang menjadi cita-cita luhur ibu.
Sebenarnya masih banyak yang ingin saya ceritakan di surat ini, masih banyak uneg-uneg yang menganjal di hati, tapi anak saya yang kecil nagis terus, belum lagi bapaknya dari tadi gangguin ada aja yang di usilinnya. Ibu kapan-kapan kita meet up yuks, kita selfie kalau ibu punya waktu kita kumpul-kumpul juga sama FJKS, eh lupa kasih tau ke ibu , kalau di Palembang kita ada perkumpulan para jurnalis wanita loh bu, namanya Forum Jurnalalis Kartini Sumsel, tanggal 21 April nanti akan ada acara, dateng ya bu.
Eh iya hampir lupa, ibu ada salam dari anak saya Anisa yang sekarang kelas 4 SD, katanya tanggal 21 April nanti dia mau pakek kebaya ala ibu di sekolahnya. Heheheh saya udah nyiapin kebaya coklat kancing depan, semoga muat, maklum dia gendut banget jadi kalo nyari kebaya ngak bisa yang anak-anak harus ukuran orang dewasa.... ok ibu dilanjutya istirahatnya, kapan-kapan saya kirim surat lagi ya. Semoga ibu selalu diberikan kesehatan biar bisa terus baca surat-surat saya ya..salam ibu...

Hormat Saya

Novita Dini

Selasa, 05 April 2016

MAKIN KESINI, MAKIN SERING KEINGETAN KAMU

 
Tanggal 3 April kemarin kamu berusia 6 bulan, semakin hari semakin banyak saja perkembangan indah yang kamu tunjuukan untuk Umi, Bapak , Kakak dan Uni juga Uti.  Pernah  jatuh 2 kali dari ranjang, nangisnya keras cuma sebentar, Umi aja yang kaget panik sampe keliling langsung cari tukang urut, takut kamunya kenapa-napa nak.  Doa Umi buat Riffat Balakosa Irawan sama kayak doa Umi ke Kakak Nisa dan Uni Janet, sehat, panjang umur dan berprilau sesuai kodrat yang diberikan Allah.

Riffat kamu sekarang bener-bener buat Umi selalu kangen, kemana umi pergi setiap mata memandang anak kecil, selalu keingetan kamu.., Heeem, doain Umi dan Bapak juga diberi kesehatan ya nak, biar bisa terus cari rejeki buat kalian semua, dan bisa terus memberkan sandang pangan papan yang terbaik buat Riffat ,Kakak dan Uni, Amiiin.

Senin, 29 Februari 2016

NIKMAT MANA LAGI YANG ENGKAU DUSTAKAN


Senin di akhir bulan di guyur dengan hujan, untungnya esok hari adalah bulan gajian, tetapi tetap yang namanya makan mencari murah meriah pedes masem plus geratisan( opie nian).  Cuaca dingin, kerjaan rampung, rapat kelar eh yang buat seneng bonus mau cair, hadeeeh memang kadang rezeki datang tak terduga.  Jam sudah menunjukkan pukul 17:00 waktunya pulang, cuma karena hujan tak kunjung reda membuat semua crew memilih untuk menunda pulang dan hujan reda, hasilnya adalah mencari “pajoan” murah meriah. “ peh makan model be peh, cuma belike aku “ ujar Cek Pie salah satu temen dikantorku yang selalu minta traktir di segala suasana dan kondisi.  Untung aku adalah orang yang baik hati tidak sombong dan selalu bersedekah, akhirnya tetep menjadi donatur  menteraktir temen-temen semua untuk makan model.  Asli suasana dingin model ikan kuah panas pedes masem membuat nikmat teggorokan ( tetapi tidak kesehatan, maklum banyaklah cabe dari kuah).  Rasanya tidak seru kalau makan tanpa menghina (lagi-lagi kelakuan buruk cek Pie), ada saja yang menjadi objek penderita, Cek Sur pastinya orang pertama yang menjadi “ bakan katoan” . “ oii sur dikit be cabe tu awak kau la cabe-cabean”  celetuk Cek Pie saat Sur hendak mengambil cabe. “ nah Manga kau ni sikok, kampungan nian e, makan model makek roti gabeng”, “ Dini makasih ya sudah di teraktir” pujinya. “ bidin kau ni awak la manak makan paleng banyak” hahaahahah “ Desma, Mun sini kamu beduo tu , mankan nyongkok mak kero” , heeeem mulutnya Cek Pie memang kadang perlu disekolahi ya.

Memang nikmat sekali sore di hari Senin ini, rasanya luaaaaaaar biasa dasyat, bisa ketawa sama temen-temen, berbagi cerita sama temen-temen, “ Nikmat Mana Lagi Yang Engkau Dustakan “ kata Cek Pie sok alim.   ( abis baco ini ado yang lokak nak ngamuk-ngamok besok ari)

Jumat, 05 Februari 2016

Untung Kami Pakai ASUS Zenfone 2 ZE550ML, Informasi Radio Jadi Mudah



Menjadi seorang Program Director di Sriwijaya Radio bisa dikatakan harus aktif dan kreatif, maklum persaingan di dunia bisnis radio saat ini memang tidak bisa disepelekan, pertama harus berlomba mencari pendegar aktif, kedua bersaing ketat untuk mendapatkan iklan sebagai roda perputaran bisnis, juga menghidupi radio dan para karyawan .  Bisa dikatakan pendengar radio mengalami penurunan semenjak tv nasional maupun lokal bermunculan, akibat dari semua itu kue iklan untuk radio tentunya berkurang karena tersedot oleh tv, jadi kalau ingin bertahan harus kerja keras.

Setiap hari Senin , pimpinan selalu mengajak pertemuan dengan para crew, mengevaluasi apa yang sudah dikerjakan selama satu minggu, baik untuk program director, marketing, bagian keuangan, OB juga  para penyiar.  Banyak yang ditanyakan oleh pimpinan unit kepada saya perihal perkembangan para crew radio dan program kerja lainnya selama satu minggu, belum lagi pimpinan dan  pemilik radio di Jakarta, selalu bertanya “ dini berapa banyak jumlah followers instagram, twitter, facebook,path dan seaktif apa saya menulis berita di website resmi radio kami.  Bisa terbayangkan setiap hari itu seperti apa pusingnya saya, belum lagi para crew yang sangat susah membuat materi alasan internet mati lah, handphoen yang dipakai radio sebagai penggerak sosmed lemot lah, inilah, haduuuh pokoknya benar-benar memusingkan.  Sementara orang banyak yang mengatakan kerja di radio itu asyik setiap hari kerjaanya dengerin musik.

Sriwijaya Radio tempat saya bekerja saat ini merupakan radio etnik yang 50 persennya hiburan, 50 persennya lagi informasi dan pemberitaan, plus informasi update di website.  Tetapi bangganya ekerja di radio ini karena kami salah satu termasuk radio swasta di Palembang yang sangat up date dengan teknologi, dan juga selalu mengikuti perkembangan zaman.  Karena radio tempat saya bekerja segmentasinya adalah umum , jadi memang informasi yang diberikan juga bersifat umum, anak muda masuk, pekerja masuk, ibu-ibu rumah tangga masuk , pokoknya semua kalangan.

Nah saat ini kan  eranya gadget, sosmed , bisa dikatakan bila radio hanya mengandalkan siaran tanpa apalah-apalah ini, ya nantinya tertinggal, karena sosmed merupakan sarana promosi yang baik juga bagi kami, untuk menginformasikan program acara dan juga yang dilakukan sehari-hari oleh para crew sebagai pemenarik dan kedekatan dengan pendengar setia.

 Dulu kita menggunakan salah satu smartphone yang katanya inilah itulah, eh ternyata pas digunakan oleh penyiar untuk upload gambar, atau menginformasikan segala sesuatu ke sosmed , sangat lambat, belum lagi kalau mencari informasi sangat susah sekali.  Apa yang menjadi keluhan penyiar soal smartphone lama yang digunakan menjadi bahasan perbincangan rapat  hari Senin,  dibulan Desember tahun 2015, penyiar mengeluh kepada saya meminta untuk smardphone yang ada di ruang siaran segera di ganti, karena sangat tidak mendukung penyiar untuk bersiaran.

Keluhan para penyiar sangat diperhatikan sekali, mengingat memang mereka diperintahkan harus aktif di sosmed saat bersiaran dan juga aktif mencari berita di internet sebagai bahan mereka bersiaran. Akhirnya diawal tahun tepatnya tanggal 13 Januari 2016, pimpinan menyarankan beli ASUS ZenPad C7.0Z17CG, karena harganya murah.  Berselang beberapa hari dari situ, kami mendapatkan beberapa iklan yang cukup lumayan, itu dikarenakan mereka aktif memantau perkembangan radio, jadi mereka memilih radio kami sebagai media promosi karena dianggap cocok untuk produk kopi mereka.

Ternyata menggunakan ASUS memang banyak keberuntungannya, karena yang awal kami beli masih sederhana, akhirnya pimpinan saya menyarankan untuk segera  membeli ASUS Zenfone 2 ZE550ML, mengapa memilih ini, karena menurut pimpinan saya smartphone ini prosesornya setara dengan nontebuk, dan harganya juga murah. 

Nah rencananya ASUS Zenfone 2 ZE550ML ini akan digunakan oleh reporter kami, maklum reporter harus mendapatkan gambar yang terbaik dan bisa mengirim berita yang di dapat ke redaksi sesegera mungkin dengan hanya berkirim-kirim email saja dari lapangan,  ASUS Zenfone 2 ZE550ML benar-benar sangat cocok, pertama desain nya menarik,tampilannya menakjubkan dilayar 5,5 inci HD IPSmembawa desitas piksel 267ppi, bingkainya ituloh sangat tipis, ditambah tombol kontrol volume dibagian belakang, berfungsi juga sebagai tombol rana biar mudah ditarik oleh jari telunjuk.  Terus ASUS Zenfone 2 ZE550ML layar 72 persen membuat area pandang jadi maksimal, dan yang di lihat akan terasa lebih besar. Terus yang paling penting reporter saya bilang “ wah mbak, makin keren plus kece kalau saya bawa ASUS Zenfone 2 ZE550ML liputan, terus hasil gambar saya jadinya maksimal sesuai dengan yang saya inginkan ” .  Wajar bila gambar yang dihasilkan oleh reporter saya dari jepretan ASUS Zenfone 2 ZE550ML yang dia bawa maksimal, sebab ASUS Zenfone 2 ZE550ML memiliki kamera 13 MP PixelMaster, terus didukung  oleh LED flas dual-tone yang ditempatkan di bagian atas kamera, jadi karena menggunakan PixelMasster bisa menghasilkan  gambar yang baik meski diambil dalam kondisi minim.  Terkadang kan saya juga meminta reporter saya menunjukkan aktivitas kejanya, dengan berkirim foto secara tidak langsung saya bisa memantau aktivitas dia, terkadang dia sering selife dengan kamera depan, wawww hasilnya juga sangat baik, maklum resolusi ASUS Zenfone 2 ZE550ML cukup besar, yaitu 5 MP.

Karena ASUS Zenfone 2 ZE550ML ditangani oleh Intel Atom Z3560 quad-core1,8 GHz dan GPU Power VR G6430 membuat multitasking, browsing dan bermain game jadi lebih lancar. Terus dibawa kemana mana juga tidak akan mengurangi kenyamanan, baik di kantong celana, baju  karena desain  bodi ergonomis, dengan ketebalan 10.9 mm sangat nyaman digunakan dengan satu tangan, sebab cover belakang berbahan plastik dan melengkung menipis kebagian tepi membuat smartphone ini terasa lebih enak saat di genggam, dan menulis berita juga lebih gampang.

ASUS Zenfone 2 ZE550ML yang radio punya memang benar-benar luar biasa, membuat gerak kami semakin cepat, pengiriman berita menjadi gampang, pokoknya semua aktivitas yang berkaitan dengan sosmed dan internet lainnya menjadi lebih mudah, maklum ASUS Zenfone 2 ZE550ML mendukung jaringan 4G, terus terdapat duo slot SIM.


Kalau menggunakan smartphone lama, si reporter dilapangan selalu sering saya marai, karena selalu lelet, terus kalau ditanya berita kenapa belum dikirim alasannya smartphoe yang lama ia bawa batrenya habislah, droop lah, haduuuh benar-benar agak nyaman dan sangat tidak mendukung. Tetapi sekarang tingkat kemarahan saya terhadap keterlambatan berita yang ia kirim benar-benar sangat berkurang, mungkin dikarenakan ASUS Zenfone 2 ZE550ML, daya bartai Li-Po 3000mAH, dengan teknologi fast charging didalamnya bisa membuat bertahan selama 13 jam pada saat menggunakan satu SIM card 4G.

Terkadang saya sering ketawan sendiri liat setatus kawan kawan di media sosial yang isinya gini “ ini hp katanya mendukung 4G tapi ampuuuuuun lemotnya”, hahah saya cuma senyum-senyum aja, paling komentar di sosmednya mereka “ maknanya pakek ASUS Zenfone 2 ZE550ML, harganya berkisar 2 jutaan, tampilannya bagus terus kenceeeeeng bangeet kalo gunai internet”. Saya yakin sekali ASUS Zenfone 2 ZE550ML, akan sangat diburu masyarakat, karena memang memiliki kualitas yang luar biasa, buktinya temen-temen saya dikantor termasuk saya juga udah mulai menjual smartphone lama kami, dan beli ASUS Zenfone 2 ZE550ML.  Yakin  ASUS Zenfone 2 ZE550ML akan benar benar menjadi smartphone yang ditakuti oleh merek-merek lainya. Dan agak lupa buat ucapin terimakasih untuk ASUS Zenfone 2 ZE550ML, sebab pekerjaan saya jadi lebih dimudahkan , karena saya bisa pantau temen temen saya yang siaran melalui video live streaming, dengan menggunakan ASUS Zenfone 2 ZE550ML.