Selasa, 26 April 2016

SURAT BUAT IBU KARTINI , KAPAN-KAPAN KITA MEET UP YUK??




   











Palembang,  21 April 2016

Kepada Yth
Ibu Kartini Tercinta
Di
Tempat



Dear Ibu Kartini
Asalamualaikum ibu, apa kabar , masih sibuk nulis surat, buku , atau saat ini  lebih aktif di organisasi perempuan?, sekarang ini sebenarnya saya   pengen panggil bunda ke ibu biar terkesan lebih akrab, kalau panggil mami emang ngak kepengen, takut kesannya jadi kayak genit-genit gitu hehehe, tapi kata suami saya mending panggil ibu biar kesannya lebih kayak ibu dan anak. Hadeeeh suami saya bisa-bisanya nimbrung istri lagi buat surat, kalau boleh cerita dia baik loh bu , bantuin saya nulis surat lebih konsentrasi, barusan dia bawain kopi, terus dikamar dia puterin lagu kesukaan saya dari Sting, judulnya shape of my heart. Musiknya itu buat saya suka banget  terus liriknya dalem banget bu,kalau ngak percaya coba ibu download  yakin deh bakal suka.
Ngomong-ngomong sudah lama saya ngak kirim surat ke ibu, terakhir pas SD, sekitar 29 tahun yang lalu, saat ikut lomba menulis surat di SD Negeri 92 Kertapati, xixixi SD itu sekarang sudah ngak ada lagi bu, karena digusur bangunannya oleh perusahaan batubara sebagai perluasan area parkir mobil dan gudang batubara. eh iya nih saya lupa, mau banyak cerita tapi belum mengenalkan diri, nama saya Dini, sekarang sudah punya anak 3, alhamdulilah karena perjuangan Ibu Kartini untuk emansipasi  perempuan, Dini bisa bersekolah hingga kejenjang yang tinggi, bisa bekerja sebagai jurnalis dan program director di salah satu radio di Palembang. Mengagumi ibu sebagai sosok perempuan yang hebat memang bermanfaat sekali,menjadi diri termotifasi bisa melakukan banyak hal dan tak tumbuh menjadi wanita yang cengeng, lemah atau apalah, itu dikarenakan  tulisan surat ibu kepada para sahabat di Belanda  sangat berpengaruh dalam kehidupan saya, door duisternis toot lich atau habis gelap terbitlah terang, buku dari kumpulan surat itu seperti oksigen bagi saya.
“ aku pikir tidak jadi orang soleh pun tidak apa-apa asalkan jadi orang baik hati, bukankah begitu Stella?” . ini adalah sebagian isi surat ibu yang di tulis untuk sahabat di Belanda bernama Stella Zihandelaar, yang menurut saya memiliki makna yang dalam, Surat ini ibu tulis tanggal 6 November 1899.  Jujur saya berulang kali membaca surat ini , dan dibagian tulisan ini benar-benar membuat saya tertegun, kalimatnya luar biasa indah. Selain ini ada lagi surat-surat ibu yang paling saya suka, saat ibu mengutarakan kesedihan, di sini saya membaca bagaimana ibu memang merupakan orang cerdas yang terkekang, saya melihat betapa besarnya keinginan ibu untuk lebih pintar dan mengetahu banyak hal. Saya baca surat ibu yang dikirim ke Ny Abendanon, tanggal 15 Agustus 1902,  benar-benar berisi emosi jiwa, bagaimana kesalnya ibu akan peraturan Belanda saat itu yang melarang para ulama dan Kyai menerjemahkan Al Quran dalam bahasa jawa , karena takut jiwa perlawanan rakyat Indonesia akan terbangkit. Di dalam surat ibu ke ada Ny Abendanon betapa terlihatnya ibu ingin sekali mendapat banyak pelajaran berharga dari berbagai bidang ilmu, bahkan ibu menerangkan dalam surat itu alangkah tidak menyenangkan membaca Al Quran tetapi tidak mengetahui makna dan artinya. Tetapi setelah ibu mendapatkan arti sedikit surat dalam Al Quran dari Kyiai Soleh Darat, betapa ibu merasa bahagianya seolah mendapatkan hujan ditengah gurun. Setelah mendapatkan pelajaran berharga dari arti surat Al Quran, betapa makin cintanya ibu dengan Islam, sehingga ibu menulis surat kepada sahabat lainna di belada kepada Ny Van Kol, tanggal 21 Juli 1902, yang isinya “ saya bertekat dan berupaya memperbaiki citra Islam, yang selama ini kerap menjadi sasaran fitnah. Semoga kami mendapat rahmat, dan bekerja membuat agama lain memandang Islam sebagai agama yang disukai”. Subhanawloh sekali, ibu sudah menyatakan hal ini disurat, sebelum Islam itu tercoreng namanya dan dianggap kaum barat sebagai agama terorist pasca serangan 11 September 2012 gedung WTC Amerika.
Ibu sekarang lagi baca surat saya sambil duduk di kursi bambu depan rumah ya?, yang  halaman dipenuhi anggrek  subur, ujung pagar ditumbuhi bunga melur, terus ngak kepanasan karena sejuk banyak pohon besar rindang, pastinya enak  sekali ya bu disana. Ibu terima kasih, sekarang ini perjuangan ibu benar-benar bisa dirasakan semua wanita di Indonesia, tetapi yang jadi masalah  adanya perbedaan masanya ibu dengan kita saat ini,  kalau dulu para wanita yang merasa bebas karena perjuangan ibu, benar-benar melakukan perubahan dalam diri mereka menjadi lebih bermanfaat bagi nusa bangsa, mereka belajar disekolah, menimba ilmu setinggi mungkin dan langsung mengaplikasikan ke masyarakat tanpa memikirkan uang lelah dan jasa, temen temen ibu menjadi wanita “pengabdi” bangsa yang hebat. Sebaliknya saat ini ketika tidak ada lagi kesulitan untuk menimba ilmu, justru banyak wanita yang sekolah tinggi itu hanya untuk sebuah gelar dan mendapatkan ijazah sebagai syarat bekerja, akhirnya banyak yang bersekolah tinggi tetapi terkesan bodoh.  Saya ngomong sempertin ini bukan sentimen atau apa, tapi kenyataanya seperti ini, semakin tahun justru menurut saya wanita itu mengalami kemunduran, emansipasi yang sesuguhnya ibu maksudkan itu sedikit terburamkam. Ambil contoh dulu ada wanita hebat seperti Aisyah Amini saking hebatnya ia sampai djuluki sebagai singa podium, dan menjadi wanita politikus hebat, dalam bidang seni, ada Cristin Hakim, Uli Sigar. Mereka itu berkarya memang bukan semata-mata untuk popularitas tapi ada perjuangan yang ingin mereka majukan di bidangnya. Sementara sekarang artis-artis Indonesia yang konsen dengan itu sudah sangat jarang sekali, bahkan bisa dikatakan selepas mereka nanti mungkin tidak akan ada yang menggantikan.  Artis kita sekarang ini lebih moderen tetapi ketika berlakon tidak ada unsur edukasinya, makanya sekarang ini saya sangat sedikit sekali meluangkan aktu untuk menonton tv karena tontonan di tv sudah sangat jarang sekali yang mendidik, akhirnya banyak generasi bangsa justru terbuai oleh ketidakkaruan dan kegalauan sinetron.
Ibu maaf juga sebelumnya, kalau saya mengatakan saat ini antara emansipasi dan sesuap nasi itu berbeda tipis.  Dulu wanita bekerja untuk mengaktualisasikan dirinya agar lebih bisa berguna bagi nusa dan bangsa, kalau sekarang kami bekerja mungkin mengesampingkan itu, karena kami bekerja sekarang demi keluarga dan membantu suami mencari nafkah, karena saat ini kalau wanita tidak bekerja susah bu, semua kebutuhan pokok mahal, rasanya tidak tega melihat suami pontang-panting mencari nafkah sendirian, makanya kami menggunakan sedikit kemampuan kami ini untuk membantu demi tercukupinya sandang, pangan papan keluarga.
Ibu  apapun yang terjadi saat ini dengan para wanita, saya tetap merasa kalau  berkat ibu kami menjadi wanita yang kuat, apapun tujuan kami bekerja,tetapi intinya kami bisa begini karena perjuangan ibu, kerja keras ibu, maaf kalau kahir-akhir ini ibu sedikit menangis melihat kondisi kami, tetapi yakinlah wanita Indonesia itu hebat, akan tetap bermunculan juga Kartini-Kartini masa depan yang luar biasa ,yang mengharumkan nama bangsa, doakan kami selalu ya bu Insyaalah kami akan terus pegang teguh apa yang menjadi cita-cita luhur ibu.
Sebenarnya masih banyak yang ingin saya ceritakan di surat ini, masih banyak uneg-uneg yang menganjal di hati, tapi anak saya yang kecil nagis terus, belum lagi bapaknya dari tadi gangguin ada aja yang di usilinnya. Ibu kapan-kapan kita meet up yuks, kita selfie kalau ibu punya waktu kita kumpul-kumpul juga sama FJKS, eh lupa kasih tau ke ibu , kalau di Palembang kita ada perkumpulan para jurnalis wanita loh bu, namanya Forum Jurnalalis Kartini Sumsel, tanggal 21 April nanti akan ada acara, dateng ya bu.
Eh iya hampir lupa, ibu ada salam dari anak saya Anisa yang sekarang kelas 4 SD, katanya tanggal 21 April nanti dia mau pakek kebaya ala ibu di sekolahnya. Heheheh saya udah nyiapin kebaya coklat kancing depan, semoga muat, maklum dia gendut banget jadi kalo nyari kebaya ngak bisa yang anak-anak harus ukuran orang dewasa.... ok ibu dilanjutya istirahatnya, kapan-kapan saya kirim surat lagi ya. Semoga ibu selalu diberikan kesehatan biar bisa terus baca surat-surat saya ya..salam ibu...

Hormat Saya

Novita Dini

Selasa, 05 April 2016

MAKIN KESINI, MAKIN SERING KEINGETAN KAMU

 
Tanggal 3 April kemarin kamu berusia 6 bulan, semakin hari semakin banyak saja perkembangan indah yang kamu tunjuukan untuk Umi, Bapak , Kakak dan Uni juga Uti.  Pernah  jatuh 2 kali dari ranjang, nangisnya keras cuma sebentar, Umi aja yang kaget panik sampe keliling langsung cari tukang urut, takut kamunya kenapa-napa nak.  Doa Umi buat Riffat Balakosa Irawan sama kayak doa Umi ke Kakak Nisa dan Uni Janet, sehat, panjang umur dan berprilau sesuai kodrat yang diberikan Allah.

Riffat kamu sekarang bener-bener buat Umi selalu kangen, kemana umi pergi setiap mata memandang anak kecil, selalu keingetan kamu.., Heeem, doain Umi dan Bapak juga diberi kesehatan ya nak, biar bisa terus cari rejeki buat kalian semua, dan bisa terus memberkan sandang pangan papan yang terbaik buat Riffat ,Kakak dan Uni, Amiiin.

Senin, 29 Februari 2016

NIKMAT MANA LAGI YANG ENGKAU DUSTAKAN


Senin di akhir bulan di guyur dengan hujan, untungnya esok hari adalah bulan gajian, tetapi tetap yang namanya makan mencari murah meriah pedes masem plus geratisan( opie nian).  Cuaca dingin, kerjaan rampung, rapat kelar eh yang buat seneng bonus mau cair, hadeeeh memang kadang rezeki datang tak terduga.  Jam sudah menunjukkan pukul 17:00 waktunya pulang, cuma karena hujan tak kunjung reda membuat semua crew memilih untuk menunda pulang dan hujan reda, hasilnya adalah mencari “pajoan” murah meriah. “ peh makan model be peh, cuma belike aku “ ujar Cek Pie salah satu temen dikantorku yang selalu minta traktir di segala suasana dan kondisi.  Untung aku adalah orang yang baik hati tidak sombong dan selalu bersedekah, akhirnya tetep menjadi donatur  menteraktir temen-temen semua untuk makan model.  Asli suasana dingin model ikan kuah panas pedes masem membuat nikmat teggorokan ( tetapi tidak kesehatan, maklum banyaklah cabe dari kuah).  Rasanya tidak seru kalau makan tanpa menghina (lagi-lagi kelakuan buruk cek Pie), ada saja yang menjadi objek penderita, Cek Sur pastinya orang pertama yang menjadi “ bakan katoan” . “ oii sur dikit be cabe tu awak kau la cabe-cabean”  celetuk Cek Pie saat Sur hendak mengambil cabe. “ nah Manga kau ni sikok, kampungan nian e, makan model makek roti gabeng”, “ Dini makasih ya sudah di teraktir” pujinya. “ bidin kau ni awak la manak makan paleng banyak” hahaahahah “ Desma, Mun sini kamu beduo tu , mankan nyongkok mak kero” , heeeem mulutnya Cek Pie memang kadang perlu disekolahi ya.

Memang nikmat sekali sore di hari Senin ini, rasanya luaaaaaaar biasa dasyat, bisa ketawa sama temen-temen, berbagi cerita sama temen-temen, “ Nikmat Mana Lagi Yang Engkau Dustakan “ kata Cek Pie sok alim.   ( abis baco ini ado yang lokak nak ngamuk-ngamok besok ari)

Jumat, 05 Februari 2016

Untung Kami Pakai ASUS Zenfone 2 ZE550ML, Informasi Radio Jadi Mudah



Menjadi seorang Program Director di Sriwijaya Radio bisa dikatakan harus aktif dan kreatif, maklum persaingan di dunia bisnis radio saat ini memang tidak bisa disepelekan, pertama harus berlomba mencari pendegar aktif, kedua bersaing ketat untuk mendapatkan iklan sebagai roda perputaran bisnis, juga menghidupi radio dan para karyawan .  Bisa dikatakan pendengar radio mengalami penurunan semenjak tv nasional maupun lokal bermunculan, akibat dari semua itu kue iklan untuk radio tentunya berkurang karena tersedot oleh tv, jadi kalau ingin bertahan harus kerja keras.

Setiap hari Senin , pimpinan selalu mengajak pertemuan dengan para crew, mengevaluasi apa yang sudah dikerjakan selama satu minggu, baik untuk program director, marketing, bagian keuangan, OB juga  para penyiar.  Banyak yang ditanyakan oleh pimpinan unit kepada saya perihal perkembangan para crew radio dan program kerja lainnya selama satu minggu, belum lagi pimpinan dan  pemilik radio di Jakarta, selalu bertanya “ dini berapa banyak jumlah followers instagram, twitter, facebook,path dan seaktif apa saya menulis berita di website resmi radio kami.  Bisa terbayangkan setiap hari itu seperti apa pusingnya saya, belum lagi para crew yang sangat susah membuat materi alasan internet mati lah, handphoen yang dipakai radio sebagai penggerak sosmed lemot lah, inilah, haduuuh pokoknya benar-benar memusingkan.  Sementara orang banyak yang mengatakan kerja di radio itu asyik setiap hari kerjaanya dengerin musik.

Sriwijaya Radio tempat saya bekerja saat ini merupakan radio etnik yang 50 persennya hiburan, 50 persennya lagi informasi dan pemberitaan, plus informasi update di website.  Tetapi bangganya ekerja di radio ini karena kami salah satu termasuk radio swasta di Palembang yang sangat up date dengan teknologi, dan juga selalu mengikuti perkembangan zaman.  Karena radio tempat saya bekerja segmentasinya adalah umum , jadi memang informasi yang diberikan juga bersifat umum, anak muda masuk, pekerja masuk, ibu-ibu rumah tangga masuk , pokoknya semua kalangan.

Nah saat ini kan  eranya gadget, sosmed , bisa dikatakan bila radio hanya mengandalkan siaran tanpa apalah-apalah ini, ya nantinya tertinggal, karena sosmed merupakan sarana promosi yang baik juga bagi kami, untuk menginformasikan program acara dan juga yang dilakukan sehari-hari oleh para crew sebagai pemenarik dan kedekatan dengan pendengar setia.

 Dulu kita menggunakan salah satu smartphone yang katanya inilah itulah, eh ternyata pas digunakan oleh penyiar untuk upload gambar, atau menginformasikan segala sesuatu ke sosmed , sangat lambat, belum lagi kalau mencari informasi sangat susah sekali.  Apa yang menjadi keluhan penyiar soal smartphone lama yang digunakan menjadi bahasan perbincangan rapat  hari Senin,  dibulan Desember tahun 2015, penyiar mengeluh kepada saya meminta untuk smardphone yang ada di ruang siaran segera di ganti, karena sangat tidak mendukung penyiar untuk bersiaran.

Keluhan para penyiar sangat diperhatikan sekali, mengingat memang mereka diperintahkan harus aktif di sosmed saat bersiaran dan juga aktif mencari berita di internet sebagai bahan mereka bersiaran. Akhirnya diawal tahun tepatnya tanggal 13 Januari 2016, pimpinan menyarankan beli ASUS ZenPad C7.0Z17CG, karena harganya murah.  Berselang beberapa hari dari situ, kami mendapatkan beberapa iklan yang cukup lumayan, itu dikarenakan mereka aktif memantau perkembangan radio, jadi mereka memilih radio kami sebagai media promosi karena dianggap cocok untuk produk kopi mereka.

Ternyata menggunakan ASUS memang banyak keberuntungannya, karena yang awal kami beli masih sederhana, akhirnya pimpinan saya menyarankan untuk segera  membeli ASUS Zenfone 2 ZE550ML, mengapa memilih ini, karena menurut pimpinan saya smartphone ini prosesornya setara dengan nontebuk, dan harganya juga murah. 

Nah rencananya ASUS Zenfone 2 ZE550ML ini akan digunakan oleh reporter kami, maklum reporter harus mendapatkan gambar yang terbaik dan bisa mengirim berita yang di dapat ke redaksi sesegera mungkin dengan hanya berkirim-kirim email saja dari lapangan,  ASUS Zenfone 2 ZE550ML benar-benar sangat cocok, pertama desain nya menarik,tampilannya menakjubkan dilayar 5,5 inci HD IPSmembawa desitas piksel 267ppi, bingkainya ituloh sangat tipis, ditambah tombol kontrol volume dibagian belakang, berfungsi juga sebagai tombol rana biar mudah ditarik oleh jari telunjuk.  Terus ASUS Zenfone 2 ZE550ML layar 72 persen membuat area pandang jadi maksimal, dan yang di lihat akan terasa lebih besar. Terus yang paling penting reporter saya bilang “ wah mbak, makin keren plus kece kalau saya bawa ASUS Zenfone 2 ZE550ML liputan, terus hasil gambar saya jadinya maksimal sesuai dengan yang saya inginkan ” .  Wajar bila gambar yang dihasilkan oleh reporter saya dari jepretan ASUS Zenfone 2 ZE550ML yang dia bawa maksimal, sebab ASUS Zenfone 2 ZE550ML memiliki kamera 13 MP PixelMaster, terus didukung  oleh LED flas dual-tone yang ditempatkan di bagian atas kamera, jadi karena menggunakan PixelMasster bisa menghasilkan  gambar yang baik meski diambil dalam kondisi minim.  Terkadang kan saya juga meminta reporter saya menunjukkan aktivitas kejanya, dengan berkirim foto secara tidak langsung saya bisa memantau aktivitas dia, terkadang dia sering selife dengan kamera depan, wawww hasilnya juga sangat baik, maklum resolusi ASUS Zenfone 2 ZE550ML cukup besar, yaitu 5 MP.

Karena ASUS Zenfone 2 ZE550ML ditangani oleh Intel Atom Z3560 quad-core1,8 GHz dan GPU Power VR G6430 membuat multitasking, browsing dan bermain game jadi lebih lancar. Terus dibawa kemana mana juga tidak akan mengurangi kenyamanan, baik di kantong celana, baju  karena desain  bodi ergonomis, dengan ketebalan 10.9 mm sangat nyaman digunakan dengan satu tangan, sebab cover belakang berbahan plastik dan melengkung menipis kebagian tepi membuat smartphone ini terasa lebih enak saat di genggam, dan menulis berita juga lebih gampang.

ASUS Zenfone 2 ZE550ML yang radio punya memang benar-benar luar biasa, membuat gerak kami semakin cepat, pengiriman berita menjadi gampang, pokoknya semua aktivitas yang berkaitan dengan sosmed dan internet lainnya menjadi lebih mudah, maklum ASUS Zenfone 2 ZE550ML mendukung jaringan 4G, terus terdapat duo slot SIM.


Kalau menggunakan smartphone lama, si reporter dilapangan selalu sering saya marai, karena selalu lelet, terus kalau ditanya berita kenapa belum dikirim alasannya smartphoe yang lama ia bawa batrenya habislah, droop lah, haduuuh benar-benar agak nyaman dan sangat tidak mendukung. Tetapi sekarang tingkat kemarahan saya terhadap keterlambatan berita yang ia kirim benar-benar sangat berkurang, mungkin dikarenakan ASUS Zenfone 2 ZE550ML, daya bartai Li-Po 3000mAH, dengan teknologi fast charging didalamnya bisa membuat bertahan selama 13 jam pada saat menggunakan satu SIM card 4G.

Terkadang saya sering ketawan sendiri liat setatus kawan kawan di media sosial yang isinya gini “ ini hp katanya mendukung 4G tapi ampuuuuuun lemotnya”, hahah saya cuma senyum-senyum aja, paling komentar di sosmednya mereka “ maknanya pakek ASUS Zenfone 2 ZE550ML, harganya berkisar 2 jutaan, tampilannya bagus terus kenceeeeeng bangeet kalo gunai internet”. Saya yakin sekali ASUS Zenfone 2 ZE550ML, akan sangat diburu masyarakat, karena memang memiliki kualitas yang luar biasa, buktinya temen-temen saya dikantor termasuk saya juga udah mulai menjual smartphone lama kami, dan beli ASUS Zenfone 2 ZE550ML.  Yakin  ASUS Zenfone 2 ZE550ML akan benar benar menjadi smartphone yang ditakuti oleh merek-merek lainya. Dan agak lupa buat ucapin terimakasih untuk ASUS Zenfone 2 ZE550ML, sebab pekerjaan saya jadi lebih dimudahkan , karena saya bisa pantau temen temen saya yang siaran melalui video live streaming, dengan menggunakan ASUS Zenfone 2 ZE550ML.

Selasa, 08 Desember 2015

" Bahagianya BPJS Kesehatan Bantu Biaya Persalinan Saya"

Riffat Balakosa Irawan, 3 Oktober 2015
 My Riffat Balakosa Irawan
Alhamdulillah akhirnya yang di tunggu datang juga, itulah ungkapan bahagia ketika proses sectio cesaria selesai, dengan waktu yang tak sampai 60 menit di RSIA YK Madira Palembang. Air mata  ternyata jatuh juga manakala dr.Yuri Kamila, SpOG,MSc menunjukkan bayi laki-laki mungil dan sehat di hadapanku.  Di dalam hati tak henti-hentinya diri ini berucap syukur, maklum bayi dengan jenis kelamin laki-laki memang sudah sangat lama di inginkan oleh suami, sebab dua anak kami semuanya perempuan, jadi wajar saja bila kehadiran si kecil kali ini sangat dinantikan.  proses kelahiran memang lebih awal, sebab selama kontrol ke dokter diperkirakan kelahiran akan terjadi di awal bulan November 2015, tetapi Allah berkehendak lain, tepat tanggal 3 Oktober 2015, tiba-tiba pukul 06:30 air ketuban mengalir sangat deras, tanpa ada perasaan takut karena sudah terbiasa dengan kelahiran sebelumnya, akhirnya dengan menggunakan sepeda motor dan di antar adik ipar ke rumah sakit, sampai di ruang UGD perawat meminta saya untuk masuk keruang bersalin, tepat pukul 09:00 lahirlah Riffat Balakosa Irawan, dengan berat badan 2,7 kg, panjang 49cm.  Meski tenang tetap saja ada perasaan takut untuk proses operasi anak ke 3 kali ini, maklum dua anak sebelumnya lahir di RS Charitas Palembang, dan semua biaya di tanggung oleh asuransi yang lama, dan mendapatkan ruangan yang baik pula, sementara di rumah sakit YK Madira belum pernah punya pengalaman sekali, terlebih melahirkan kali ini menggunakan asuransi yang sedang hangat dibicarakan dan dipakai masyarakat Indonesia yaitu BPJS. Sebelumnya banyak sekali isu berkembang soal kelahiran di rumah sakit tersebut dengan menggunakan asuransi BPJS, ada yang mengatakan pihak rumah sakitnya tidak ramah, atau tajamnya pisaau operasi terasa.  Tetapi dengan berucap bismilah dan memasrahkan diri untuyk proses kelahiran, sekali lagi Alhamdulilah kelahiran Riffat tanpa masalah, bahagianya selama di rawat di rumah sakit YK Madira dan menggunakan asuransi kesehatan BPJS tidak ada masalah seperti isu diluar, bahkan ruang rawat inap sangat bagus, dan tidak ada pungutan biaya apapun. 
Ruang Kelas 1  Flaminggo RSIA YK Madira Palembang
 Ruangan yang bersih, ber AC, ada TV dan WC di dalam ruangan menurutku cukup mewah untuk pasien BPJS, bahkan tidak terbayangkan sebelumnya, maklum cerita atau isu seputar pasien  BPJS benar-benar membuatku sedikit takut. Tetapi di YK Madira semua rasa takut  hilang yang tergantikan justru perasaan nyaman, dan sejak saat itu diri ini bisa membantah bahwa BPJS itu tidak sulit atau sebagainya, karena pelayanan BPJS kesehatan yang bayak dikeluhkan oleh masyarakat  adalah tergantung dari pihak rumah sakitnya.  Saya juga berterima kasih dengan sahabat saya Yeni yang sudah memberikan informasi soal kelahiran dan proses pemeriksaan kehamilan, jujur benar-benar sangat membantu.

Riffat Balakosa Irawan bersama Bapak Rudi Irawan
Kebahagian semakin terus terasa terlebih  suami sangat membantu ketika si adek Riffat buang air kecil atau besar, maklum pasca operasi sangat sulit untuk banyak bergerak.  Melihat suami bagun tengah malam sampai 6 kali membuat wajahnya terlihat letih, tetapi ia benar-benar suami siaga, tak mengeluh dan merasa bahagia bisa merawat si "bujang".

Sekarang Riffat sudah masuk usia 2 bulan, banyak sekali perubahannya, wajahnya berubah semakin tampan, berat badannya juga berkembang dengan baik, bahkan setiap pagi sudah bisa tertawa dan sedikit mengeluarkan suara seolah ingin berbicara.

Timang-timang anakku sayang

Bahagianya dapet keluarga baru

Cakepnya anak bapak

Riffat udah bisa tidur lucu





serunya...



Aktifitas umi jam 2 Subuh

Adek Riffat tidurnya lucu

Langsung gendong adek pulang kerja


Halo bapak cepet pulang ya Riffat kangen


Sekarang kebahagian semakin terasa dengan kehadiran Riffat Balakosa Irawan, setiap hari kakak nya Siti Anisa Irawan dan Uni Siti Janeeta Irawan ada hiburan, dan tertawa bersama manakala melihat tingkah lucu adek Rif panggilan kesayangan mereka. Semoga adek Riffat kebanggan umi cepet besar, sehat dan jadi anak soleh yang membanggakan, jadi ilmuan seperti yang dicita-citakan, juga memiliki suara yang indah ketika mengumandangkan adzan.....Amiiiiiin amiiin yarobbal alamin



Rabu, 24 Juni 2015

ANDA ORANG PALEMBANG, TAUKAH MASJID SULTAN AGUNG ????





Siang itu cuaca di Palembang sangat terik, meski demikian aku dan beberapa teman kantorku tiba-tiba memiliki gagasan untuk melakukan perjalanan kecil kewilayah  pinggiran sungai Musi,  tepatnya di daerah 1 Ilir. Awalnya kami berencana untuk menyorekan hari, menunggu waktu untuk buka puasa.  Tetapi setibanya di  1 Ilir, aku merasa tertarik mengunjungi masjid dan makam-makan tua di kawasan tersebut.  Tempat pertama yang kami datangi yaitu Masjid Sultan Agung, ternyata menurut pengurus masjid Ahmad Fauzi KH Zawawi, masjid Sultan Agung ini salah satu masjid tua di Palembang, dibangun tahun 1950. Tetapi masjid ini tidak sepopuler masjid-masjid tua lainnya di Palembang.

Masjid ini berada di atas tanah seluas 1500 meter persegi, dibagun oleh warga setempat dan sesepuh Ki Abunawar, dengan dana swadaya.  Meski termasuk salah satu masjid tertua, sayangnya menurut Ahmad Fauzi, di masjid ini tidak ada yang asli lagi “ dulunyo masjid ini kayu, cuma kerno la tuo tadi dan kayu banyak lapuk jadi di buat pecak ini, makonyo biso di katoke katek lagi bangunan tuonyo” , jelasnya.

 


Di area masjid ini ternyata ada makam Sultan Agung Komarudin Sri Teruno, yang  merupakan sultan Palembang memerintah pada tahun 1714 – 1724 m. Kondisi makan cukup terawat, bahkan makam-makam lain yang ada di areal tersebut juga sangat rapi. Ahmad Fauzi selaku pengurus masjid dan makan ini menjelaskan kalau mereka rutin melakukan perawatan, dengan membersihkan areal makam, maklum makam Sultan Agung Komarudin Sri Teruno ini banyak pengunjungnya, baik warga Palembang , luar kota seperti daerah Jawa, hingga pengunjung dari Malaysia , Singapura dan Berunai Darussalam. Menurut Fauzi makam ini kalau malam penerangannya sangat minim, untuk itulah pihaknya sudah mengajukan permohonan kepada pemerintah kota Palembang untuk membantu urusan penerangan, tetapi sampai saat ini belum ada .  “ banyak yang dateng kesini, terutamo pecak bulan puaso , cuma itu dio, ini kan makan besejarah tapi kami ni saro nian mintak samo pemerintah untuk nerangke makam ini, dak tau ngapo, padahal la di ajuke lamo” ungkapnya.  Ia berharap pemerintah kota Palembang memberikan perhatian terhadap masjid Sulatan Agung dan makam Sultan Agung Komarudin Sri Teruno, karena masjid dan makan tua ini salah satu kawasan bersejarah di kota Palembang yang bisa dijadikan untuk pengembangan pariwisata rohani di kota Pempek.

Rabu, 17 Juni 2015

KAYAKNYA SERU AJAK JABANG BAYI PUASA





 Tahun ini mendapatkan kejutan yang besar di awal bulan Januari 2015, ingin memiliki momongan lagi akhirnya terkabulkan setelah menunggu dengan waktu yang cukup lama tanpa kontrasepsi.  Dengan doa yang tak berkesudahan, akhirnya 2 garis merah benar-benar membuat senang pagi itu, tepatnya di awal Februari.  Langsung telpon teman sana sini bagaimana rasanya mengandung anak ketiga setelah berusia diatas 30 tahun? jawabannya ada yang bahagia campur sakit, ada yang bilang tidak berhenti demam, ada juga yang bilang sesak nafas dan terasa berat. Sempat takut juga, tetapi karena ini adalah sesuatu yang di tunggu sudah cukup lama, komentar-komentar itu tidak juga terlalu berpengaruh, tetapi jujur saja memang ternyata kehamilan yang ketiga ini bisa dikatakan sedikit rewel dari kehamilan-kehamilanku sebelumnya, sebab anak pertama dan kedua tidak pernah mengalami yang namanya mual, apalagi berat badan yang turun.  nah di kehamilan yang ke 3 ini berat badan turun 6 kilo saat kandungan berusia 4 bulan, terus tidak nafsu makan, kalau makan muntah, tidak bisa mencium aroma bawang putih dan lain sebagainya, tersiksa memang, tetapi karena aku tau kehamilan adalah semua rezeki yang tidak ternilai, aku tetap saja memakan semua makanan sehat, meskipun akhirnya keluar karena muntah.

Alhamdulilah saat ini usia kehamilanku sudah masuk ke 6 bulan, badan sudah mulai merasa enak kembali, muntah sudah mulai jarang, bahkan bisa dikatakan tidak pernah lagi, meski sering mengalami masuk angin.  Intinya saat ini benar-benar merasakan enak body.  Di kehamilan yang masuk bulan ke 6  ada yang istrimewa juga, karena dikehamilan ini bertepatan dengan bulan ramadhan, kalo yang dulu hamilnya tidak pernah merasakan puasa, kali ini di usia yang ke 35 tahun, akan merasakan nuansa ramadhan saat hamil.  Ada yang bilang jangan puasa, ada yang bilang puasa, ada juga yang mengatakan puasa tidak baik bagi kesehatan ibu hamil karena janin sangat banyak membutuhkan nutrisi dari makanan yang ibu makan.  Jujur aku malah  aku malah memilih untuk puasa, tentunya dengan persiapan sahur yang baik.  Menu yang aku santap sangat beragam, ada daging, sayur, susu dan buah, tentunya dengan makanan yang sudah aku anggap cukup sehat ini, janin yang ada di dalam perut ini sudah tercukupi nutrisinya. Saya hanya terus berdoa dan berharap tidak ada masalah, sambil usap-usap perut aku bilang " nak jangan rewel ya sehat-sehat di dalem perut, soalnya hari ini kita berdua mau jalanin ibadah di bulan ramadhan", setelah ucapin itu aku merasakan ada gerakan di dalam perut ini, aku tersenyum sambil mikir sepertinya itu jawaban si jabang bayi yang memberikatan tanda " OK Umi".

Selain mendapatkan dukungan dari si jabang bayi, aku juga mendapatkan dukungan dari bapaknya anak-anak, dia tidak melarang aku untuk berpuasa, malah sangat mendukung sekali, dengan  membelikan aku banyak makanan, buah-buahan dan cinta tentunya. Sangat berharap semoga puasa kali ini benar-benar berkah, benar-benar menjadi ibadah, dan bisa menyelesaikan sampai hari terakhir dengan sehat.